Kepulauan Natuna. ©REUTERS/Tim Wimborne
Bawen Online - Presiden Joko Widodo, dalam lawatannya ke Jepang, menegaskan sikap Indonesia di konflik Laut China Selatan. Presiden meminta Pemerintah China berhati-hati dalam mematok batas wilayah yang memasukkan Kepulauan Natuna sebagai bagian wilayah kekuasaannya.
Pengamat Energi, Marwan Batubara, mendukung sikap pemerintah ini. Menurutnya, pemerintah harus meminimalisir potensi wilayah sumber daya alam Indonesia agar tidak kembali diklaim negara lain.
Dia mencontohkan kasus blok Ambalat. Wilayah yang disebut kaya akan kekayaan alam minyak dan gas alam ini menjadi rebutan antara Indonesia dengan Malaysia.
"Seharusnya pemerintah harus bisa mempertahankan Blok Natuna dari klaim negara manapun. Jangan sampai yang terjadi pada kasus Blok Ambalat, di mana pemerintah lambat dalam gugatan internasional dan kita juga tidak siap maka diambil oleh Malaysia," ujarnya ketika dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (24/3).
Dia melanjutkan, sudah seharusnya pemerintah mengantisipasi pencaplokan wilayah perairan Natuna sedini mungkin. Sebab, jika tidak dipertahankan maka Indonesia akan kehilangan cadangan migas yang sangat besar.
"Nantinya Indonesia bukan hanya rugi soal cadangan migas saja tapi juga potensi laut, potensi perikanan, hasil laut dan hasil lainnya," jelas dia. (merdeka)
0 comments:
Post a Comment